Kembali ke Catatan
Rawdee Coffee Plantation 1 menit baca

Kenapa Kopi dari Kebun Terasa Berbeda

20 Maret 2026

Kenapa Kopi dari Kebun Terasa Berbeda

Kebun kopi Rawdee berada di Rawageude, Desa Sirnajaya, Kecamatan Sukamakmur, Bogor — pada ketinggian 1.100 hingga 1.300 mdpl. Di ketinggian itu, suhu lebih dingin, proses pematangan buah kopi lebih lambat, dan karakter rasa yang terbentuk lebih kompleks dibanding kopi dataran rendah.

Di kebun seluas 20 hektar ini terdapat sekitar 12.500 pohon kopi dengan berbagai varietas: Sigarar Utang, Lini S, Yellow Bourbon, Ateng, dan Robusta. Lahan yang aktif berproduksi sekitar 9 hektar, dengan kapasitas panen hingga 9 ton cherry kopi per tahun.

Proses pascapanen dilakukan langsung di kebun. Buah kopi dipetik, ditimbang, dan dicuci dengan cermat, kemudian difermentasi dengan suhu dan pH yang dikontrol. Rawdee menggunakan tiga metode proses: Natural Classic, Full Wash Classic, dan Natural Anaerobic — masing-masing menghasilkan profil rasa yang berbeda. Setelah pengeringan hingga kadar air 11,5%, biji kopi diangkut ke roastery di Bintaro untuk proses akhir.

Itulah mengapa kopi yang berasal langsung dari kebun terasa berbeda. Bukan hanya karena varietasnya, tapi karena setiap keputusan di kebun — dari cara petik, metode fermentasi, hingga lama pengeringan — ikut membentuk apa yang akhirnya ada di cangkir.

Setiap cerita di Rawdee selalu terhubung

Lanjutkan perjalananmu ke jalur Rawdee lainnya.

Cerita terkait

Lanjutkan perjalanan lewat cerita lain dari Rawdee Coffee Plantation.